“Critically asses the claims made for cost savings and increased profitability available from e-procurement.”
E-Procurement merupakan transaksi penjualan dan pembelian B2B (business-to-business) atau B2C (business-to-customer) mengenai jasa dan supply melalui internet serta pertukaran informasi melalui jaringan seperti EDI (Electronic Data Interchange dan Entreprise Resource Planning). Biasanya didalam Website atau tampilan pada E-Procurement menyediakan informasi mengenai pembeli dan penjual dari barang dan jasa yang mereka tawarkan. Transaksi dapat berlangsung dengan cepat.
Keuntungan utama E-Procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis.
Keuntungan-keuntungan yang didapat antara lain :
- Menghemat biaya pengadaan : Pengurangan biaya dapat didapat jika E-Procurement diterapkan, karena disini kita dapat mempersingkat siklus pengadaan itu sendiri.
- Pencarian infomasi transaksi yang mudah dan pembayaran yang terotomatisasi : Meminimalkan beberapa biaya sesudah pembelian, sehingga menjamin kepuasan pelanggan didalam melakukan pembayaran. Dan memudahkan didalam mencari informasi transaksi.
- Informasi dapat dikendalikan dengan baik : Seluruh informasi mengenai laporan pembelian ataupun transaksi dapat dikendalikan dengan baik, karena sudah terkomputerisasi. Semua informasi dapat dikendalikan dan terpelihara dengan baik.
- Mengurangi tingkat kesalahan pada user : Dalam hal ini user dapat mengurangi tingkat kesalahan, karena pesanan-pesanan dibuat dengan memilih item-item yang ada di katalog dalam system yang sudah tercantum.
- Menghemat waktu : Dengan adanya E-Procurement, kita tidak perlu membuang-buang waktu untuk pergi mencari jasa/ barang yang kita inginkan, cukup dengan login, dan memilih supplier maupun barang yang kita inginkan yang terdapat didalam system dan terintergrasi.
Namun didalam keuntungn-keuntungan yang didapat didalam E-Procurement, terdapat juga halangan-halangan yang timbul. Halangan-halangan tersebut antara lain belum terintegrasinya system tersebut dengan supplier, dan juga investasi yang cukup mahal didalam penerapan E-Procurement tersebut.
